Memuat Halaman " Berlian Seri: LAS "
Koneksi lambat? | Gunakan blog dalam versi mobile .
Tetap berusaha terhubung dengan Berlian Seri
Coba gunakan blog dalam versi mobile atau tekan F5 untuk memuat ulang halaman.
Tampilkan postingan dengan label LAS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LAS. Tampilkan semua postingan

Penelitian Manusia Purba

KARTU PEMBELAJARAN :
Petunjuk :
  1. Amati Peta dan Tabel Pusat Penemuan Manusia Purba
  2. Isilah Tabel Tugas dengan jawaban yang tepat
No Nama Fosil Penemu Tempat Penemuan Tahun Penemuan
1 Pithecanthropus Erectus Eugene Dubois Trinil, pinggir Bengawan Solo, dekat Ngawi 1891
2 Homo Wajakensis Von Reitschotten Wajak, Tulung Agung 1889
3 Homo Sapien Soloensis (Homo Soloensis). Von Koenigswald dan Weidenreich Ngandong Blora, Sangiran dan Sambungmacan, Sragen, lembah Sungai Bengawan Solo 1931 – 1934
4 Homo Erectus Eugene Dubois Trinil, Ngawi 1890
5 Homo Robustus Von Koenigswald Ngandong 1939
6 Homo Mojokertensis Von Koenigswald Perning/Mojokerto 1936
7 Meganthropus Palaeojavanicus Von Koenigswald Sangiran, Sragen 1941
TABEL TUGAS : Isilah titik-titik dalam tabel dengan jawaban yang tepat !
No Jenis Manusia Purba Nama Fosil Penemu Tempat Penemuan Nama Propinsi Tahun Penemuan
1 .... .... .... .... Jawa Timur 1889
2 Homo .... Eugene Dubois .... .... ....
3 .... .... .... .... .... 1941
4 .... .... .... .... .... 1890
5 Homo .... .... .... Jawa Tengah 1931-1934
6 .... .... .... Perning/Mojokerto .... ....
7 .... .... .... .... .... 1939
TABEL TUGAS : Isilah titik-titik dalam tabel dengan jawaban yang tepat !
No Jenis Manusia Purba Ciri Manusia Purba Nama Fosil Penemu Tempat Penemuan Nama Propinsi Tahun Penemuan
1 ....
  1. Mempunyai tonjolan tajam di belakang kepala;
  2. Bertulang pipi tebal dengan tonjolan kening yang mencolok;
  3. Tidak mempunyai dagu, sehingga lebih menyerupai kera;
  4. Mempunyai otot kunyah, gigi, dan rahang yang besar dan kuat;
  5. Makanannya berupa tumbuh-tumbuhan
.... .... .... Jawa Timur 1941
2 Homo
  1. Memiliki tinggi tubuh antara 165-180 cm;
  2. Tonjolan kening tebal dan melintang sepanjang pelipis;
  3. Hidung lebar dan tidak berdagu;
  4. Mempunyai rahang yang kuat dan geraham yang besar;
  5. Makanan berupa tumbuhan dan daging hewan buruan
.... .... .... .... 1891
3 ....
  1. Memiliki bentuk tubuh yang hampir sama dengan bentuk tubuh manusia pada zaman sekarang;
  2. Banyak meninggalkan benda-benda budaya;
  3. Memilki Kehidupan sederhana;
  4. Makanan berupa tumbuhan dan daging hewan yang sudah dimasak
.... .... .... .... 1931
Selengkapnya →

Masa Sebelum Manusia Mengenal Tulisan

KARTU PEMBELAJARAN : I
Petunjuk :
  1. Amati tabel berikut dengan seksama
  2. Isilah kolom pertemanan dengan cara memasangkan kode "angka" dengan kode "huruf" yang sesuai

No Konsep Huruf Penjelasan Konsep Pertemanan
1 Pengertian Pra-aksara A sebelum ada sejarah atau sebelum ada aktivitas kehidupan manusia 1 dengan huruf....
2 Pengertian Prasejarah B masa kehidupan manusia sebelum mengenal tulisan 2 dengan huruf....
3 Pengertian Berpikir Diakronis C Perkembangan Sarekat Islam di Solo, 1911-1920 3 dengan huruf....
4 Pengertian Berpikir Sinkronis D artinya memanjang dalam waktu tetapi terbatas dalam ruang 4 dengan huruf....
5 Contoh Berpikir Diakronis E keadaan ekonomi di Sumbawa Barat, Desember 2006 5 dengan huruf....
6 Contoh Berpikir Sinkronis F artinya meluas dalam ruang tetapi terbatas dalam waktu 6 dengan huruf....
KARTU PEMBELAJARAN : II
Petunjuk :
  1. Amati tabel berikut dengan seksama
  2. Isilah kolom pertemanan dengan cara memasangkan kode "angka" dengan kode "huruf" yang sesuai

No Pertanyaan Huruf Alternatif Jawaban Pertemanan
1 Mengapa istilah pra-aksara lebih tepat dibandingkan dengan istilah prasejarah untuk menggambarkan kehidupan manusia sebelum mengenal tulisan ? A dalam kenyataan meskipun manusia belum mengenal tulisan, namun manusia sudah memiliki sejarah dan sudah menghasilkan kebudayaan 1 dengan huruf....
2 Secara metodologis bagaimana cara kita mengetahui kehidupan manusia sebelum mengenal tulisan ? B dengan melihat beberapa sisa peninggalan yang dapat kita temukan; juga dapat diselidiki dengan menggunakan metode penelitian arkeologi, geologi, biologi 2 dengan huruf....
3 Mesir mengakhiri zaman pra-aksara sekitar tahun 3000 SM, tetapi di Indonesia baru pada abad ke-5 M. Mengapa demikian ? C Penduduk di kepulauan Indonesia baru mengenal tulisan sejak ditemukan prasasti tertua dari kerajaan Kutai yaitu "Prasasti Yupa" sekitar 400 Masehi, di Muara Kaman, Kalimantan Timur 3 dengan huruf....
4 Apa saja pelajaran yang dapat kita peroleh dari belajar kehidupan pada zaman pra-aksara ? D sebagai inspirasi untuk pengembangan nalar kehidupan dan sebagai peringatan 4 dengan huruf....
Selengkapnya →

Asal-usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Ada beberapa teori yang menjelaskan tentang asal usul nenek moyang bangsa Indonesia sbb:

1. Teori Yunnan

Teori ini menyatakan bahwa asal-usul nenek moyang kita berasal dari Yunnan, China. Teori ini didukung oleh Moh. Ali, yang berpendapat bahwa bangsa Indonesia berasal dari daerah Mongol yang terdesak oleh bangsa-bangsa yang lebih kuat sehingga melakukan migrasi menuju ke selatan. Teori ini juga didukung oleh R.H Geldern dan J.H.C. Kern.
Menurut teori ini, migrasi penduduk dari Yunnan menuju Kepulauan Nusantara ini melalui tiga gelombang, yaitu ; perpindahan orang negrito, proto melayu dan juga deutro melayu.
  1. Orang Negrito, diperkirakan sudah memasuki Kepulauan Nusantara sejak 1000 SM. Mereka diyakini sebagai penduduk paling awal Kepulauan Nusantara. Ciri-ciri fisik orang Negrito yaitu berkulit gelap, rambut keriting, hidung lebar dan bibir tebal.Di Indonesia, ras ini sebagian besar mendiami daerah Papua. Keturunan ras ini terdapat di Riau (pedalaman) yaitu suku Siak (Sakai), serta suku Papua melanosoid mendiami Pulau Papua dan Pulau Melanesia.
  2. Proto Melayu, Migrasi orang proto Melayu ke Kepulauan Nusantara diperkirakan memasuki wilayah Nusantara pada 2500 SM. Sebutan Proto Melayu adalah untuk menyebutkan orang-orang yang melakukan migrasi pada gelombang pertama ke Nusantara. Yang termasuk orang-orang Proto Melayu adalah suku Toraja, Dayak, Sasak, Nias, Rejang, dan Batak. Orang proto Melayu memiliki keahlian lebih baik dalam hal bercocok tanam bila dibandingkan dengan orang Negrito.
  3. Deutro Melayu, Deutro Melayu adalah sebutan untuk orang-orang yang melakukan gelombang migrasi pada gelombang kedua ke Nusantara. Kedatangan Deutro Melayu ke Nusantara diperkirakan pada 1500 SM. Suku bangsa yang termasuk Deutro Melayu di Indonesia, antara lain Minangkabau, Aceh, Sunda, Jawa, Melayu, Betawi, dan Manado.

2. Teori Nusantara

Teori Nusantara menyatakan bahwa asal usul bangsa Indonesia berasal dari Indonesia sendiri, bukan dari luar. Teori ini didukung antara lain oleh Muhammad Yamin, Gorys Keraf, dan J.Crawford. Teori ini dilandasi oleh beberapa argument, antara lain :
  1. Adanya kemungkinan bahwa orang Melayu adalah keturunan dari Homon soloensis dan Homo wjakensis.
  2. Adanya perbedaan bahasa antara bahasa Austronesia yang berkembang di Nusantara dengan bahsa Indo-eropa yang berkembang di Asia Tengah.

3. Teori Out of Taiwan

Teori ini berpandangan bahwa bangsa yang ada di Nusantara ini berasal dari Taiwan bukan Daratan Cina. Teori ini didukung oleh Harry Truman Simanjuntak. Menurut pendekatan linguistic, dijelaskan bahwa dari keseluruhan bahasa yang dipergunakan suku-suku di Nusantara memiliki rumpun yang sama, yaitu rumpun Austronesia. Akar dari keseluruhan cabang bahasa yang dipergunakan leluhur yang menetap di Nusantara berasal dari rumpun Austronesia di Formosa atau dikenal dengan rumpun Taiwan.
No Nama Teori Tokoh Pendukung Asal Usul Nenek Moyang Bukti Pendukung
1
2
3
Selengkapnya →

Kehidupan Masyarakat, Pemerintahan dan Kebudayaan pada Masa Kerajaan Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia

KARTU PEMBELAJARAN :

Kartu Pembelajaran I:

Petunjuk Mengerjakan:

  1. Amati gambar di bawah
  2. Baca artikel dibawah
  3. Jawab permasalahannya
  4. Akulturasi

    Akulturasi adalah bertemunya dua kebudayaan yang berbeda melebur menjadi satu menghasilkan kebudayaan baru tetapi tidak menghilangkan kepribadian/sifat kebudayaan aslinya. Hal ini berarti kebudayaan Hindu-Buddha yang masuk ke Indonesia tidak diterima seperti apa adanya, tetapi diolah, ditelaah dan disesuaikan dengan budaya yang dimiliki penduduk Indonesia, sehingga budaya tersebut berpadu dengan kebudayaan asli Indonesia menjadi bentuk akulturasi kebudayaan Indonesia Hindu- Buddha. Wujud akulturasi tersebut dapat Anda simak pada uraian materi unsur-unsur budaya berikut ini:

    Bahasa

    Wujud akulturasi dalam bidang bahasa, dapat dilihat dari adanya penggunaan bahasa Sansekerta yang dapat ditemukan sampai sekarang. Bahasa Sansekerta memperkaya perbendaharaan bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa Sansekerta pada awalnya banyak ditemukan pada prasasti (batu bertulis) peninggalan kerajaan Hindu – Buddha pada abad 5 – 7 M, contohnya prasasti Yupa dari Kutai dan prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanegara. Tetapi untuk perkembangan selanjutnya bahasa Sansekerta di gantikan oleh bahasa Melayu Kuno seperti yang ditemukan pada prasasti peninggalan kerajaan Sriwijaya 7 – 13 M. Untuk aksara, dapat dibuktikan adanya penggunaan huruf Pallawa, kemudian berkembang menjadi huruf Jawa Kuno (kawi) dan huruf (aksara) Bali dan Bugis. Hal ini dapat dibuktikan melalui Prasasti Dinoyo (Malang) yang menggunakan huruf Jawa Kuno.

    Religi/Kepercayaan

    Sistem kepercayaan yang berkembang di Indonesia sebelum agama Hindu-Buddha masuk ke Indonesia adalah kepercayaan yang berdasarkan pada Animisme dan Dinamisme. Dengan masuknya agama Hindu – Buddha ke Indonesia, Masyarakat Indonesia mulai menganut/mempercayai agama-agama tersebut. Agama Hindu dan Buddha yang berkembang di Indonesia sudah mengalami perpaduan dengan kepercayaan animisme dan dinamisme, atau dengan kata lain mengalami Sinkritisme. Sinkritisme adalah bagian dari proses akulturasi, yang berarti perpaduan dua kepercayaan yang berbeda menjadi satu. Agama Hindu dan Buddha yang berkembang di Indonesia, berbeda dengan agama Hindu – Buddha yang dianut oleh masyarakat India. Perbedaaan-perbedaan tersebut dapat dilihat dalam upacara ritual yang diadakan oleh umat Hindu atau Buddha yang ada di Indonesia. Contohnya, upacara Nyepi yang dilaksanakan oleh umat Hindu Bali, upacara tersebut tidak dilaksanakan oleh umat Hindu di India.

    Permasalahan Pembelajaran I

    Berikanlah penjelasan wujud akulturasi budaya dalam bidang bahasa dan religi/kepercayaan, serta berikan contohnya pada peninggalan-peninggalan masa Hindu-Buddha di Indonesia.

Selengkapnya →